Jika kita mau menelaah kandungan ucapan “Selamat Natal”, sebenarnya bukan sekedar bermuamalah saja. Di balik itu ada konsekuensi akidah yang sangat besar, yaitu sama saja, kita mengucapkan selamat atas kekufuran mereka kepada Alloh. Hal ini tentu di larang dalam Islam.
Jika kita perhatikan, ada dua poin penting yang perlu diperhatikan di balik ucapan selamat Nataltersebut.
- Ucapan selamat Natal dihari raya mereka secara tidak langsung menandakan sikap ridho dengan kekufuran mereka. Memang niatan mereka adalah menghormati Nabi Isa namun mereka meyakini keyakinan yang tidak dibawa Nabi Isa. Mereka berkata bahwa Nabi Isa adalah anak Alloh, Nabi Isa disalib dengan pakaian mirip telanjang, mereka menyembah salib dan berakidah dengan trilogi ketuhanan. (tsālitsu tsalātsah). Ada tuhan bapak, anak dan ibu. Ini jelas akidah kufur yang kita tidak boleh mengucapkan selamat atas kekufuran mereka. Ibnul Qayyim dalam Ahkam Ahli Dzimmah berkata:
”Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat Natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) para ulama.” - Ucapan selamat Natal adalah bagian dari bentuk wala’ (kecintaan) yang dilarang sekaligus muamalah yang bukan pada tempatnya. Kita memang diperintahkan berbuat baik, namun berbuat baik itu tidak berarti melanggar akidah Islamiah.
Dari Abu Hurairoh bahwasanya Rasululloh bersabda, ”Janganlah kamu memulai salam kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani…” (HR. Muslim)
Jadi pendapat lebih tepat -Wallohu A’lam bishowab- adalah pendapat yang melarang dan mengharamkan mengucapkan selamat Natal. Pendapat seperti ini bukan berarti maknanya ekstrim dan kaku, atau tidak toleransi terhadap pemeluk agama lain. Tentu kita harus bersikap adil, karena segala sesuatu pasti ada batasan dan aturannya.
Adapun hukum merayakan tahun baru masehi, maka perkara tersebut hakikatnya akan menghidupkan syi’ar-syi’ar orang kafir yang dipenuhi nuasa kemaksiatan dan kekufuran. Selain ituperayaan tahun baru kental kaitannya dengan agama dan aqidah orang kafir. Oleh sebab itu, haram bagi kaum Muslimin merayakan tahun baru masehi. Tahun baru masehi juga meredupkan kalender Islami yaitu kalender hijriyah. Wallohu ‘alam bishawab…
sumber : http://dainusantara.com/
Artikel Menarik Lainnya :
Semua Hari adalah Hari Ibu
Sejarah Foto Selfie
Manajemen Mood
Kurang PD Saat Memotret
Semua Hari adalah Hari Ibu
Sejarah Foto Selfie
Manajemen Mood
Kurang PD Saat Memotret
Tidak ada komentar:
Posting Komentar